- Diposting oleh : Hessipa
- pada tanggal : Kamis, Februari 12, 2026
Sebuah langkah besar dalam menyelamatkan generasi bangsa baru saja dimulai. Kepala SMP Negeri 16 Kota Jambi menghadiri undangan krusial di Kantor BNN Kota Jambi dalam rangka peluncuran (launching) program nasional "Ananda Bersinar" (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak).
Program ini merupakan bentuk akselerasi dari Asta Cita Presiden RI, yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia melalui Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN). Menariknya, kurikulum ini direncanakan akan berlaku secara nasional di seluruh satuan pendidikan di Indonesia.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini bukan sekadar pertemuan biasa. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci pendidikan dan keamanan negara, di antaranya:
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen)
Kepala BNN RI
Rektor Universitas Negeri Surabaya (UNESA) selaku mitra akademis
Pejabat eselon Kemdikdasmen, seluruh Kepala BNN Provinsi/Kabupaten, Kepala Dinas Pendidikan, hingga Kepala Satuan Pendidikan se-Indonesia.
Di tingkat lokal, suasana antusiasme terlihat jelas di aula BNN Kota Jambi. Selain Kepala SMPN 16 Kota Jambi, hadir pula sejumlah tokoh penting yang mengikuti jalannya peluncuran secara virtual, antara lain:
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi
Kepala BNN Kota Jambi
Kepala SMPN 11 dan SMPN 21 Kota Jambi
Wakil Kepala SMPN 2 dan SDN 1 Kota Jambi, serta jajaran pejabat BNN Kota Jambi.
Bagi SMPN 16 Kota Jambi, isu pencegahan narkoba bukanlah hal baru. Sebelum program pusat ini diluncurkan, sekolah ini telah menunjukkan komitmen nyata melalui kolaborasi aktif dengan BNN Kota Jambi.
"Kami sudah memulai langkah awal dengan membentuk Duta Anti Narkoba Teman Sebaya dan rutin melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada siswa. Kehadiran program 'Ananda Bersinar' ini memperkuat apa yang sudah kami rintis," ujar Kepala SMPN 16 Kota Jambi.
Pasca peluncuran ini, SMPN 16 Kota Jambi telah menyiapkan dua langkah strategis untuk memperdalam benteng pertahanan siswa dari bahaya narkotika:
Integrasi Pembelajaran: Bahaya narkoba tidak lagi hanya menjadi materi tambahan di luar jam sekolah, melainkan akan disisipkan langsung ke dalam mata pelajaran yang relevan dalam kurikulum.
Hadirkan Ahli di Kelas: Sekolah akan secara rutin mengundang psikolog dan ahli dari BNN Kota Jambi untuk memberikan edukasi mendalam, sehingga siswa mendapatkan informasi dari sumber yang kredibel.
Dengan semangat Asta Cita, SMPN 16 Kota Jambi berkomitmen untuk tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang tangguh dan bersih dari narkoba.