Skip to Content
Loading...
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

BKKBN Jambi dan SMPN 16 Kota Jambi Berkolaborasi Wujudkan Sekolah Siaga Kependudukan


Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai SMP Negeri 16 Kota Jambi pada Senin, 10 Agustus 2026. Sekolah tersebut kedatangan tim dari Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi untuk menggelar agenda diskusi interaktif bersama jajaran guru dan staf tata usaha. Kunjungan ini merupakan langkah krusial bagi SMP Negeri 16 Kota Jambi yang pada tahun ajaran baru 2026/2027 ini secara resmi berkomitmen menjadi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Program SSK dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana, serta pembangunan keluarga ke dalam mata pelajaran dan kegiatan pendukung di sekolah.

Dalam forum diskusi interaktif tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi memaparkan urgensi pemahaman isu kependudukan sejak dini bagi generasi remaja, khususnya peserta didik tingkat SMP. Isu-isu strategis seperti bonus demografi, pencegahan pernikahan dini, pendewasaan usia perkawinan (PUP), hingga edukasi gizi untuk mencegah stunting menjadi pilar utama yang dibahas.

"Menjadi Sekolah Siaga Kependudukan bukan berarti kita menambah mata pelajaran baru yang memberatkan siswa, melainkan menyisipkan (infusi) materi-materi kependudukan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada, seperti IPS, IPA, PPKn, hingga Bimbingan Konseling," ujar perwakilan tim BKKBN Provinsi Jambi saat memandu sesi diskusi.

Para guru SMP Negeri 16 Kota Jambi menyambut baik konsep ini dan secara aktif berdialog mengenai teknis penyusunan modul ajar, pengelolaan Pojok Kependudukan (Population Corner) di perpustakaan sekolah, serta pembentukan dan penguatan kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di tingkat siswa.

Kepala SMP Negeri 16 Kota Jambi beserta jajaran pimpinan sekolah menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pendampingan langsung dari BKKBN Provinsi Jambi. Komitmen ini diharapkan tidak hanya berhenti pada formalitas program, melainkan mampu membentuk karakter peserta didik yang memiliki perencanaan masa depan yang matang.

"Melalui program SSK di tahun ajaran baru 2026 ini, kami berharap para guru dapat menyalurkan literasi kependudukan dengan cara yang menyenangkan dan relevan bagi anak-anak usia remaja. Tujuan akhir kita adalah membentengi siswa dari perilaku berisiko dan menyiapkan mereka menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia," ungkap perwakilan sekolah di akhir acara.

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?